Saturday, December 02, 2006

someone miss me, someone hate me, somehow I dead

Disini, di duniaku, dalam perjalanan ku masih terganjal
Dimana aku harus berubah, dengan topeng bahagia,
Seseorang yang begitu mengagungkanMu,
Seseorang yang menderita, untuk mereka aku ada,

Mengapa Kau pilih dia,
Mengapa semuanya harus sebegitu rumit seperti ini,
Aku terlalu lelah untuk menunggu sebuah kepastian hidup,
Hingga masa bodoh dengan hal-hal anak muda,
Masa mudaku yang Hilang, dan terlalu di dewasai oleh diriku sendiri,

Mungkin dua hal yang dari dulu membuat ruang otakku berputar 24 jam sehari, 7 kali seminggu,
Membuat mataku lelah, kering, di benci dan dikhianati...
Terserah mereka mau bilang apa...
Darah itu mengalir begitu derasnya, namun aku tak takut
Cela itu sepertinya tak aku hiraukan,

Sudah....
Kapan ini harus berakhir, jantungku terus berdegup kencang,
Aku harus bersiap menghentikan tawa-ku,
Namun aku belum siap....
Kemana lagi aku harus "bersandar"
Semuanya belum aku ceritakan padamu...
Lalu.. kenapa harus seperti ini,
Kenapa harus berhenti disini,
Semakin buruk, dan semakin terpuruk,

-She's Hurts-

Sunday, October 29, 2006

maaf

maaf oh maaf.... kata2 standar, kala idul v3.
emang apaan idul v3????
halah,,,, 1 syawal yah???

OK bye the way...
lama banget gak posting, maklum pemalas sejati :D ... :hammer:

-----kondisiku sedang mati-----
some text has been error

.:: posting error ::.

Wednesday, September 13, 2006

HB5_highCRE

Hari ini . . .
Aku masuk rumah itu lagi
Untuk kesekian kalinya
Di ruang-ruang ganjil itu
Begitu banyak ketidakpastian

Kapan semua ini akan berakhir, Lalu kapan semuanya akan kembali baik
Seseorang dan sesuatu dengan jawaban pasti yang tak pernah datang
Dimana manusia berseragam putih itu tidak berkomitmen pada tanggung jawabnya
Dimana Dia belum berpihak padanya
Lalu, Apakah aku harus melalui hari kemenangan itu di ruang ganjil itu lagi...??

Mengapa,?
Sampai saat ini aku masih menangis tanpa air mata
Masih menunggu ketakutan yang selama ini tersembunyi dalam nyali kecilku

Aku masih takut!!!
Begitu takutnya, tanpa senja lagi...
tanpa warna lagi...
tanpa gertakkan....
tanpa sesorang...

Aku sendiri begitu beraninya, begitu bersalahnya
Kemudian terhenyak sebentar, dalam ruang emosi
Dalam ruang bawah sadarku yang tak pernah hidup
Selalu dalam hati, dan tak pernah terungkap rahasia